. KIMIA SMANIO X

Kamis, 24 Maret 2011

KOLOID

MENGAMATI EFEK TYNDALL
ALAT :
• Stoples kaca dengan tinggi ± 15cm
• Lampu senter
• Kotak karton 30cm2 dengan lubang pengamatan
BAHAN :
• Larutan Gula
• Susu Cair(encer)
• Agar-agar(encer)
• Campuran air dan tanah
CARA KERJA :
1. Isilah stoples dengan 100 ml larutan gula
2. Tempatkan gelas kimia yang berisi larutan gula ke dalam kotak karton dan senterlah larutan gula tersebut melalui lubang karton. Amati apa yang terlihat melalui lubang pengamatan.
3. Ulangi langkah 1 & 2 untuk susu cair, agar-agar dan campuran air dan tanah sebagai pengganti larutan gula.
PERTANYAAN :
1. Catatlah semua hasil pengamatan yang terjadi!
2. Zat apa yang dapat meneruskan sinar senter ?
3. Zat apa yang tidak dapat meneruskan sinar senter?
4. Disebut gejala apakah apa bila berkas cahaya diarahkan kepada suatu system koloid? Ditinjau dari partikelnya, apa sebab dari gejala tersebut?
5. Apakah susu dan agar-agar termasuk dalam jenis koloid yang sama? Jelaskan.
6. Antara susu dan agar-agar, apakah ada yang efek Tyndallnya terlihat lebih jelas? Menurut anda mengapa demikian?

Mengetahui Sifat Koloid
Percobaan 1
ALAT & BAHAN:
• Botol bening bertutup
• Putih Telur
• Minyak sayur
• Air
CARA KERJA :
• Tuangkan minyak sayur dan air ke dalam botol, pasang penutup botol kemudian kocok. Amati yang terjadi dalam botol.
• Pisahkan putih telur dalam gelas.
• Tambahkan putih telur ke dalam botol kemudian kocok kembali.
PERTANYAAN :
1. Catatlah semua hasil pengamatan yang terjadi!
2. Mengapa minyak dengan air dapat bersatu?
3. Berperan sebagai apakah putih telur? Jelaskan?

Percobaan 2 :
ALAT&BAHAN :
• Gelas
• Spatula
• Gelatin/agar-agar
• Air teh panas
CARA KERJA :
1. Siapkan air teh panas dalam gelas
2. Masukkan 1 spatula gelatin kedalamnya, kemudian aduk
3. Biarkan mendingin selama beberapa saat/jam
4. Setelah dingin balikkan gelas tersebut


PERTANYAAN :
1. Apa yang terjadi pada saat gelas dibalikkan ?
2. Mengapa gelatin/agar-agar dapat mengendapkan teh, jelaskan!

Percobaan 3 :
ALAT&BAHAN :
• Botol kaca bening
• Corong
• Air
• Minyak tanah/minyak sayur
• Deterjen
CARA KERJA :
1. Masukkan air kedalam botol hingga seperempat tinggi botol
2. Tambahkan 50 mL minyak sayur, kocok kemudian amati yang terjadi
3. Tambahkan detergen bubuk ke dalam botol secukupnya lalu tutup
4. Kocok, amati yang terjadi, apakah minyak dan air sekarang dapat bersatu ?
PERTANYAAN :
1. Catat semua hasil pengamatan yang terjadi ?
2. Apakah sama peranan detergen dengan putih telur, jelaskan!



MENGAMATI KOAGULASI PADA KOLOID
ALAT & BAHAN :
• Mangkok plastic
• Pengaduk
• Susu cair
• Asam cuka
CARA KERJA :
1. Tuangkan 100 mL susu cair ke dalam mangkok
2. Tambahkan 15 mL cuka kedalam mangkok yang berisi susu
PERTANYAAN :
1. Amati dan catat perubahan yang terjadi pada susu
2. Jelaskan perbedaan sol dan emulsi susu ?

sifat periodik

Selasa, 26 Oktober 2010

Rabu, 22 September 2010

UNSUR DAN SISTEM PERIODIK

UNSUR
Unsur merupakan suatu zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana.
Berdasarkan sifatnya, unsur terbagi menjadi :
1. Sifat-sifat unsur logam
- Mengkilap
- Kerapatan Tinggi
- Dapat direntangkan menjadi kawat atau ditempa menjadi lempengan.
- Bersifat Konduktor
- Oksidasinya bersifat basah
- Pada suhu kamar berwujud padat (kecuali raksa, sesium, fransium, dan gallium berwujud cair) Contoh : Litium, Magnesium, Besi, Tembaga, emas, Perak)
2. sifat-sifat unsur non logam
- Tidak Mengkilap
- Rapuh
- Pada suhu kamar berwujud padat, cair atau gas
- Bersifat Isolator (kecuali karbon)
- Umumnya tidak dapat ditempa
- Oksidannya bersifat asam.
Contoh : Belerang, Oksigen, Nitrogen

SIFAT PERIODIK UNSUR

Adapun sifat-sifat unsur dalam sistem periodik meliputi :
a. sifat Jari-jari atom
Merupakan jarak dari inti atom hingga kulit atom terluarnya yang ditempati elektron.
Secara umum jari-jari atom dalam satu golongan dari atas kebawah akan semakin besar, hal ini karena semakin kebawah jumlah kulit bertambah sehingga jari-jari atom bertambah. sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan jari-jari atomnya semakin kecilhal ini disebabkan unsur dalam satu periode (jumlah kulit sama) dari kiri ke kanan jumlah protonnya bertambah (muatan inti bertambah)sehingga gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron makin kuat yang membuat jarak inti atom dengan elektron terluar makin dekat.

b. Energi Ionisasi.
Merupakan energi minimum yang diperlukan atau diserap oleh suatu atom netral atau ion untuk dibebaskan dari satu elektron yang terikat paling lemah dari satu atom netral dalam wujud gas.
dalam satu golongan dari atas kebawah energi ionisasi semakin kecil karena elektron terluar lebih mudah lepas sehingga energi yangdibutuhkan untuk melepas elektron terluar makin kecil, sedangkan unsur dalam satu peride dari kiri kekanan energi ionisasinya makin besar karena dari kiri ke kanan jumlah proton bertambah(muatan inti atom bertambah) sehingga gaya gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin kuat karenanya elektron makin sukar lepas sehingga energi ionisasi makin besar.

c. Sifat Afinitas Elektron
Adalah energi yang dibebaskan atau dipancarkan oleh atom netral pada satu elektron untuk membentuk ion bermuatan negatif.
Afinitas elekton dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil(kurang negatif) bila jari-jari atom semakin besar.
Afinitas elektron dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar (lebih negatif) bila jari-jari atom semakin kecil.


d. Sifat Keelektronegatifan
Adalah ukuran kemampuan suatu atom untuk menarik pasangan elektron dalam molekul.
Keelktronegatifan dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil bila jari-jari atom semakin besar.
Keelektonegatifan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar bila jari-jari atom semakin kecil.

e. Sifat Kelogaman
Dilihat dari konfigurasi elektro, unsur logam cenderung melepaskan elektron(energi ionisasi kecil) dan unsur nonlogam cenderung menerima elektron(keelektronegatifan besar).
Dalam satu golongan dari atas kebawah sifat logam makin kuat, dalam satu periode dari kanan ke kiri sifat logam makin kuat.

f. Sifat Keasaman
Merupakan sifat keasaman yang dimiliki suatu unsur yang merupakan zat tunggal dalam SPU.
g. Sifat Kereaktifan
Merupakan kemudahan dalam melakukan suatu reaksi dengan menghubungkan suatu unsur lain.
Unsur-unsur logam dalam SPU makin kebawah makin reaktif, karena makin mudah melepas elektron, sebaliknya unsur non logam makin ke bawah makin kurang reaktif karena makin sukar menangkap elektron.

h. Sifat Titik Leleh dan Titik Didih
Unsur-unsur logam pada SPU makin kebawah titik leleh dan titik didih makin rendah sebaliknya unsur-unsur non logam makin ke bawah titik leleh dan titik didih makin tinggi.

Minggu, 01 Agustus 2010

MEMBUAT OBAT PEMBASMI JENTIK NYAMUK ALAMI


Tujuan : Membuat obat pembasmi jentik nyamuk dengan mudah dan murah menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle)

A. ALAT DAN BAHAN :
1. Ember Plastik Kecil
2. Blender ( lumpang dan alu )
3. Pemanas
4. Penyaring
5. Botol
6. Tampah
7. Stoples Kaca

B. BAHAN :
1. Daun Sirih 1/2 kg
2. Alkohol 95% 2 L

C. CARA KERJA
1. Cuci 1/2 kg sirih dalam ember, lalu tiriskan dan jemur di atas tampah yang kering.
2. Daun sirih kering diblender atau digiling dengan lumpang dan alu hingga berbentuk serbuk.
3. Masukkan serbuk daun sirih ke dalam stoples kaca dan tambahkan alkohol 95% sebanyak 2 L. Aduk dan diamkan +- 24 jam dalam keadaan tertutup.
4. Saring campuran daun sirih dan alkohol, lalu panaskan filtratnya selama +- 1 jam, dinginkan.
5. Hasil saringan (filtrat)didiamkan selama +- 1 minggu.
6. Ambil 10 mL ekstrak daun sirih, kemudian tambahkan 10 mL air. Ambil 5 mL dari hasil pengenceran tersebut, lalu tuangkan ke dalam genangan air sebagai pembasmi jentik nyamuk.

SELAMAT MENCOBA

Kamis, 29 Juli 2010

CARA MUDAH MENGHAPAL TABEL PERIODIK


Dalam mempelajari bab Sistem Periodik Unsur, tentunya kita dihadapkan pada Tabel Periodik Unsur yang terdiri dari puluhan unsur. Seiring dengan berlangsungnya proses pembelajaran kimia, kita tidak akan terlepas dari unsur-unsur yang tercantum dalam Tabel Periodik Unsur tersebut. Berikut ini, sedikit tips dari saya untuk rekan-rekan netter kimia mania, untuk menghapal tabel periodik unsur,yang sampai sekarang pun saya masih menggunakannya untuk mengingat unsur-unsur tersebut. Check this out…!!

Golongan IA (ALKALI)
Unsur: H – Li – Na – K – Rb – Cs – Fr
Tips: HaLiNa Kawin Robby Cs Frustasi

Golongan IIA (ALKALI TANAH)
Unsur: Be – Mg – Ca – Sr – Ba – Ra
Tips: Bebek Mangan Cacing Seret Banget Rasane

Golongan IIIA (BORON)
Unsur: B – Al – Ga – In – Tl
Tips: Bang Ali Gagal Injek Telor

Golongan IVA (KARBON)
Unsur: C – Si – Ge – Sn – Pb
Tips: Cerita Singkat Gegerkan Sang Prabu

Golongan VA (NITROGEN)
Unsur: N – P – As – Sb – Bi
Tips: Nembak Pacar Asal Sabar Bisa

Golongan VIA (OKSIGEN)
Unsur: O – S – Se – Te – Po
Tips: Om Saya Sedang Telepon Polisi

Golongan VIIA (HALOGEN)
Unsur: F – Cl – Br – I – At
Tips: Film Charles Bronson Idaman Ati

Golongan VIIIA (GAS MULIA)
Unsur: He – Ne – Ar – Kr – Xe – Rn
Tips: Heboh Negara Argentina Karena Xenat Runtuh

Untuk Golongan Transisi, ditekankan pada hapalan unsur yang sering muncul di soal-soal kimia, yaitu unsur-unsur yang terletak pada Periode Keempat pada tabel periodik, tapi hanya yang termasuk golongan transisi. Unsur- unsur tersebut adalah:

Unsur: Sc – Ti – V – Cr – Mn – Fe – Co – Ni – Cu – Zn
Tips: Suci Titip Verra Cari Mangan, Feri Cocok Nikahin Cucunya Zainudin
Selamat Menghapal

Rabu, 16 Juni 2010

PERKEMBANGAN TEORI ATOM


Dari zaman yunani kuno hingga sekarang, model dan teori atom terus berkembang. Melalui model dan teori atom, kita dapat mengetahui struktur suatu atom. Perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari upaya para ilmuwan diantaranya Democritus, John Dalton, J.J. Thomson, Rutherford, Chadwick, Milikan, Niels Bohr, Schrodinger, de Broglie dan Heisenberg.

1. Teori Atom Democritus (460 SM–370 SM)
Democritus mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi. Menurut Democritus jika suatu materi dibelah terus-menerus suatu ketika akan diperoleh suatu partikel fundamental yang disebut sebagai atom (Yunani: atomos = tidak terbagi). Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles (384–322 SM), yang berpendapat bahwa materi bersifat kontinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga). Aristoteles lebih menyetujui teori Empedokles, yaitu materi tersusun atas api, air tanah dan udara. Sekitar tahun 1592 - 1655 Gasendi mengemukakan bahwa atom merupakan bagian terkecil suatu zat.

2. Teori Atom Dalton (1803)
John Dalton mengungkapkan bahwa :
a. Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat.
b. Atom berbentuk bola sederhana yang sangat kecil, tidak dapat dibelah, diciptakan ataupun dimusnahkan.
c. Unsur yang sama mengandung atom-atom yang sama.
d. Atom sejenis memiliki sifat yang sama dalam segala hal, sedangkan atom yang berbeda memiliki sifat yang berbeda.
e. Reaksi kimia terjadi karena adanya penggabungan dan pemisahan atom-atom.
f. Bila atom-atom bergabung akan membentuk molekul. Bila atom-atom yang bergabung sama akan terbentuk molekul unsur, sedangkan bila atom-atom yang bergabung berbeda akan terbentuk molekul senyawa.

Kelemahan teori atom Dalton
Pada perkembangan selanjutnya ditemukan berbagai fakta yang tidak dapat dijelaskan oleh teori tersebut, antara lain :
a. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
b. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
c. Model atom Dalton tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain.

Kelemahan –kelemahan tersebut dapat dijelaskan setelah ditemukan beberapa partikel penyusun atom, seperti elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson tahun 1900, penemuan partikel proton oleh Goldstein tahun 1886.

Kelebihan teori atom Dalton
a. Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
b. Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)


3. Teori Atom Thomson
Berdasarkan percobaan tentang hantaran listrik melalui tabung hampa/tabung pengawan muatan (discharge tube) atau tabung sinar katode. Dalam tabung katode tekanan gas dalam tabung dapat diatur melalui pompa isap (pompa vakum). Pada tekanan cukup rendah dan tegangan yang cukup tinggi (beberapa ribu volt), gas dalam tabung akan berpijar dengan cahaya yang warnanya tergantung pada jenis gas dalam tabung (gas neon berwarna merah, gas natrium berwarna kuning). Jika tekanan gas dikurangi, maka daerah didepan katode akan menjadi gelap. Daerah gelap ini akan bertambah jika tekanan gas dalam tabung terus dikurangi, akhirnya seluruh tabung menjadi gelap, tetapi bagian tabung didepan katode berpendar dengan warna kehijauan.

Melalui percobaan dapat ditunjukkan bahwa perpendaran tersebut disebabkan oleh suatu radiasi yang memancar dari permukaan katode menuju anode. Oleh karena berasal dari katode, maka radiasi ini disebut sinar katode. Hasil percobaan tabung katoda ini membuktikan bahwa ada partikel bermuatan negatif dalam suatu atom karena sinar tersebut dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. selanjutnya sinar katode ini merupakan partikel yang bermuatan negatif dan oleh Thomson partikel ini dinamakan elektron.