. KIMIA SMANIO X: September 2010

Rabu, 22 September 2010

UNSUR DAN SISTEM PERIODIK

UNSUR
Unsur merupakan suatu zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana.
Berdasarkan sifatnya, unsur terbagi menjadi :
1. Sifat-sifat unsur logam
- Mengkilap
- Kerapatan Tinggi
- Dapat direntangkan menjadi kawat atau ditempa menjadi lempengan.
- Bersifat Konduktor
- Oksidasinya bersifat basah
- Pada suhu kamar berwujud padat (kecuali raksa, sesium, fransium, dan gallium berwujud cair) Contoh : Litium, Magnesium, Besi, Tembaga, emas, Perak)
2. sifat-sifat unsur non logam
- Tidak Mengkilap
- Rapuh
- Pada suhu kamar berwujud padat, cair atau gas
- Bersifat Isolator (kecuali karbon)
- Umumnya tidak dapat ditempa
- Oksidannya bersifat asam.
Contoh : Belerang, Oksigen, Nitrogen

SIFAT PERIODIK UNSUR

Adapun sifat-sifat unsur dalam sistem periodik meliputi :
a. sifat Jari-jari atom
Merupakan jarak dari inti atom hingga kulit atom terluarnya yang ditempati elektron.
Secara umum jari-jari atom dalam satu golongan dari atas kebawah akan semakin besar, hal ini karena semakin kebawah jumlah kulit bertambah sehingga jari-jari atom bertambah. sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan jari-jari atomnya semakin kecilhal ini disebabkan unsur dalam satu periode (jumlah kulit sama) dari kiri ke kanan jumlah protonnya bertambah (muatan inti bertambah)sehingga gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron makin kuat yang membuat jarak inti atom dengan elektron terluar makin dekat.

b. Energi Ionisasi.
Merupakan energi minimum yang diperlukan atau diserap oleh suatu atom netral atau ion untuk dibebaskan dari satu elektron yang terikat paling lemah dari satu atom netral dalam wujud gas.
dalam satu golongan dari atas kebawah energi ionisasi semakin kecil karena elektron terluar lebih mudah lepas sehingga energi yangdibutuhkan untuk melepas elektron terluar makin kecil, sedangkan unsur dalam satu peride dari kiri kekanan energi ionisasinya makin besar karena dari kiri ke kanan jumlah proton bertambah(muatan inti atom bertambah) sehingga gaya gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin kuat karenanya elektron makin sukar lepas sehingga energi ionisasi makin besar.

c. Sifat Afinitas Elektron
Adalah energi yang dibebaskan atau dipancarkan oleh atom netral pada satu elektron untuk membentuk ion bermuatan negatif.
Afinitas elekton dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil(kurang negatif) bila jari-jari atom semakin besar.
Afinitas elektron dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar (lebih negatif) bila jari-jari atom semakin kecil.


d. Sifat Keelektronegatifan
Adalah ukuran kemampuan suatu atom untuk menarik pasangan elektron dalam molekul.
Keelktronegatifan dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil bila jari-jari atom semakin besar.
Keelektonegatifan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar bila jari-jari atom semakin kecil.

e. Sifat Kelogaman
Dilihat dari konfigurasi elektro, unsur logam cenderung melepaskan elektron(energi ionisasi kecil) dan unsur nonlogam cenderung menerima elektron(keelektronegatifan besar).
Dalam satu golongan dari atas kebawah sifat logam makin kuat, dalam satu periode dari kanan ke kiri sifat logam makin kuat.

f. Sifat Keasaman
Merupakan sifat keasaman yang dimiliki suatu unsur yang merupakan zat tunggal dalam SPU.
g. Sifat Kereaktifan
Merupakan kemudahan dalam melakukan suatu reaksi dengan menghubungkan suatu unsur lain.
Unsur-unsur logam dalam SPU makin kebawah makin reaktif, karena makin mudah melepas elektron, sebaliknya unsur non logam makin ke bawah makin kurang reaktif karena makin sukar menangkap elektron.

h. Sifat Titik Leleh dan Titik Didih
Unsur-unsur logam pada SPU makin kebawah titik leleh dan titik didih makin rendah sebaliknya unsur-unsur non logam makin ke bawah titik leleh dan titik didih makin tinggi.